Monday, December 12, 2011

Pohonku Ya ALLAH..

Ya ALLAH,
Maniskan hatiku dengan iman,
Cukupkan aku dengan bekalan sabar,
Meredah lautan hidup penuh dugaan ini.
Ya ALLAH,
Bantuku atasi amarah ini,
Dengan iman dan taqwa,
Kerana kata Luqmanul Hakim,
Taqwa adalah perahu yang utuh,
Di tengah lautan hidup ini.
Ya ALLAH,
Teguhkan hatiku,
Untuk terus melangkah dalam hidup ini,
Yang kurasakan saban hari memeritkan,
Jadikan ia kembali salju,
Kerana sabda Rasulullah s.a.w.,
Dunia ladang akhirat.
Ya ALLAH,
Aku ingin bahagia seperti mereka,
Meredah lautan dalam kedamaian dan kenyamanan.
Andai aku belum layak ya ALLAH,
Maka layakkanlah aku,
Dengan bekalan iman dan taqwa itu,
Yang kuyakini hanya itu,
Yang dapat menyelamatkan daku,
Dari berputus asa dengan rahmatMU...
Aku ingin bahagia,
Dalam dakapan kasihMU ya ALLAH...

Amin...

Friday, September 9, 2011

kasih sayang..

korang percaya pada kasih sayang..
sy pun..sy cepat syg dan setia..
tp..napa org kadang2 x menghargai apa yg sybg kat dia..
hurm xperla..sy xkisah..yang penting Yang DIATAS tahu apa yg sy rasa..
salah ke apa yg sy buat..
xper...saya dah maafkan pn..sbb saya pn serba kekurangan..
hurmm..
tp sy hrp sy xjd cm dia...
mgkn dia xsedar..klu dai dia wat cmtu kt org mb satu hr nnt dia pn akan kena cmtu..
soo kepada si dia..
faham2 la..sy pn bukan yg penyabar..
:)

Thursday, November 11, 2010


 Sepi benar senja ini
Bayunya semilir, menganak ombak kecil
Jalur ufuk pula mengemas terang
Kapal dan layar terkapar


Mengapa nantikan senja
Barukan terdetik, pulang ke pengkalan
Gusar malam menghampiri
Ku tewas di lautan


Tuhan layarkanku ke arah cintaMu
Tuntuniku menggapai redhaMu
Rimbunan kasihMu ku berteduh
KepadaMu ya Tuhan
Berikan secebis keinsafan
Bekalan sepanjang perjalanan
Mencari ketenangan


Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dini hari
Kesempatan yang hanya sebentar
Moga keikhlasanku terlakar
 

Berikanlah ku hidayah
Agar dikuatkan iman yang lemah
Moga diberkati hidup ini
Menuju bahagia yang kekal abadi

PadaMu Tuhan
Kan kuserahkan cinta kepadaMu


Tuhan layarkanku ke arah cintaMu
Tuntuniku menggapai redhaMu
Rimbunan kasihMu ku berteduh
KepadaMu ya Tuhan
Berikan secebis keinsafan
Bekalan sepanjang perjalanan
Mencari ketenangan


Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dini hari
Kesempatan yang hanya sebentar
Moga keikhlasanku terlakar
 

Berikanlah ku hidayah
Agar dikuatkan iman yang lemah
Moga diberkati hidup ini
Menuju bahagia yang kekal abadi

Harapanku moga dikurniakan
Manisnya iman berpanjangan
Moga lautan hilang gelora 

Wednesday, October 27, 2010

calon suami ku...



 Lelaki yang mempunyai sifat-sifat berikut. 

1. Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjemaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga sentiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan. Sifat ini boleh dilihat terutama sewaktu bersukan.
2. Akhlaknya baik, iaitu seorang yang nampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut dan mudah bertolak ansur. Pertuturannya juga mesti sopan, melambangkan peribadi dan hatinya yang mulia.
3. Tegas mempertahankan maruahnya. Tidak berkunjung ke tempat-tempat yang boleh menjatuhkan kredibilitinya.
4. Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kuasa dan kedudukan.
5. Tidak boros, tetapi tidak kedekut. Tahu membelanjakan wang dengan bijaksana.
6. Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap.
7. Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.
8. Mempunyai rakan pergaulan yang baik. Rakan pergaulan seseorang itu biasanya sama.
9. Bertanggungjawab. Lihatlah dia dengan keluarga dan ibu bapanya.
10. Wajah yang tenang, tidak kira semasa bercakap atau membuat kerja atau masa kecemasan.




Saat kau menyukai seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau menyayangi seseorang, kau ingin membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau mencintai seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.
Saat kau menyukai seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya “Bolehkah aku menciummu?”.
Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya “Bolehkah aku memelukmu?”
Saat kau mencintai seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…
Suka adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah jangan menangis”
Sayang adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
Cinta adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata “mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”
Suka adalah saat kau melihatnya kau akan berkata “Ia sangat cantik dan menawan”
Sayang adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dengan hatimu bukan dengan matamu.
Cinta adalah saat kau melihatnya kau akan berkata “Buatku dia adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan padaku…”
Pada saat orang yang kau suka menyakitimu, kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau sayang menyakitimu, engkau akan menangis untuknya
Pada saat orang yang kau cintai menyakitimu, kau akan berkata “Tak apa, dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan”
Pada saat kau suka padanya, kau akan memaksanya untuk menyukaimu
Pada saat kau sayang padanya, kau akan membiarkannya memilih
Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu menantinya dengan setia dan tulus…
Suka adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan bagimu
Sayang adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkanmu
Cinta adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaanmu


 MUSIBAH atau CUBAAN yang sangat menNYAKITAKAN?Disebabkan CINTA,KERJA, PELAJARAN dsb. Adakah kita SABAR dan REDHA menerima setiap keNYATAAN?,serta mampu TERSENYUM dan berbuat BAIK kepada mereka, dan tetap berSYUKUR kepada Allah atas keNYATAAN tersebut ? Andai kita mampu melakukan ini.. Kita telah melakukan hal yang meNAKJUBkan.

Karana Rasulullah bersabda dari Suhaib r.a.,  

Sungguh meNAKJUBkan perkaranya orang yang berIMAN, karana SEGALA URUSANnya adalah BAIK baginya. Dan hal yang demikian itu TIDAK AKAN terdapat KECUALI HANYA pada orang MUKMIN; yaitu jika ia mendapatkan keBAHAGIAan, ia berSYUKUR, karana (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang TERBAIK untuknya. Dan jika ia tertimpa MUSIBAH, ia berSABAR, karana (ia mengetahui) bahawa hal tersebut merupakan hal TERBAIK bagi dirinya.” (HR. Muslim)
 Dari hadits di atas yang paling utama, yaitu menjadi manusia berIMAN
Namun beriman yang bagaiman?
Yaitu menjadi orang yang berIMAN dengan 6 RUKUN IMAN (berIMAN kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitabNya, Rasul-rasul-Nya, Taqdir-Nya dan Hari Akhir) dan berIMAN dengan hal-hal berikut :
Ø  BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah SEMENTARA, bukan sebenarnya keHIDUPan dan AKHIRAT itulah keHIDUPan yang sebenarnya dan KEKAL. 

Sehingga kita akan berSABAR untuk menjalani keHIDUPan yang SEMENTARA dan menanti keHIDUPan yang KEKAL ABADI.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan DUNIA itu hanyalah perMAINan dan suatu yang meLALAIkan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keredhaan-Nya. Dan kehidupan DUNIA ini tidak lain hanyalah keSENANGan  yang MENIPU ?”  (QS Al-Hadiid: 20)
“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) SEHARI atau ½ HARI, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan SEBENTAR saja, kalau kamu mengetahui dengan sesungguhnya.' Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menCIPTAkan kamu secara MAIN-MAIN (saja), dan bahwa kamu tidak akan diKEMBALIkan kepada Kami?(QS Al-Mu'minuun: 112-115)
Ø  BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah TEMPAT UJIAN (dengan keBURUKan dan keBAIKan ) dan akan diMINTA perTANGGUNGJAWABannya (kewajiban) masing-masing.  

 Sehingga kita akan BERSEDIA menerima dengan penuh IKHLAS (karana Allah bukan karana orang yang kita BENCI)  tetap mampu TERSENYUM dan berbuat BAIK kepada orang yang menZALIMi kita. Kita akan  mempunyai kePRIBADIan seperti para Nabi dan Rasul.

”Dialah yang menJADIkan MATI dan HIDUP, supaya Dia mengUJI kamu, siapa di antara kamu yang LEBIH BAIK amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk : 2)
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengUJI kamu dengan keBURUKan dan keBAIKan sebagai COBAAN (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan." (Qs. al-Anbiya': 35). 

"Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari Kiamat selain kebaikan akhlaknya". (HR. Tirmidzi)
”Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. ” (QS Al Qalam : 4)
Ø  3. BerIMAN bahawa semua yang terjadi telah TERTULIS dalam KITAB di LAUH MAHFUZH.
”Tiada suatu BENCANA pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah TERTULIS dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) SEBELUM Kami menCIPTAkannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah MUDAH bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu JANGAN berDUKA cita terhadap apa yang LUPUT dari kamu, dan supaya kamu JANGAN TERLALU GEMBIRA terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah TIDAK MENYUKAI setiap orang yang SOMBONG lagi memBANGGAkan diri,” (QS Al-Hadiid: 22-23) 

Ø   BerIMAN bahwa UJIAN adalah untuk mengetahui keBENARan IMAN kita. 

”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka diBIARkan (saja) mengatakan: "Kami telah berIMAN", sedang mereka tidak diUJI lagi?  Dan sesungguhnya Kami telah mengUJI orang-orang yang SEBELUM mereka, maka sesungguhnya Allah mengeTAHUi orang-orang yang BENAR dan sesungguhnya Dia mengeTAHUi orang-orang yang DUSTA.” (QS Al ’Ankabut : 2-3)

Ø  BerIMAN bahwa disamping MUSIBAH COBAAN yang ada, jauh lebih BANYAK NIKMAT yang Allah berikan, dan kita WAJIB berSYUKUR dan berTAKWA.

”Dan Dia telah memberikan kepadamu (kePERLUanmu) dari SEGALA apa yang kamu MOHONkan kepadanya. Dan jika kamu mengHITUNG NI’MAT Allah, TIDAKlah dapat kamu mengHITUNGnya. Sesungguhnya MANUSIA itu, sangat ZALIM dan sangat mengINGKARi (nikmat Allah).” (QS Ibrahim : 34)
”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu berSYUKUR, pasti Kami akan menTAMBAH (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengINGKARi (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya AZAB-Ku sangat PEDIH". (QS Ibrahim : 7)
Katakanlah: "Siapakah yang memberi REZKI kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) penDENGARan dan pengLIHATan, dan siapakah yang mengKELUARkan yang HIDUP dari yang MATI dan mengKELUARkan yang MATI dari yang HIDUP dan siapakah yang mengATUR segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "MENGAPA kamu tidak berTAKWA (kepada-Nya)?"  (QS Yunus : 31)

Ø   BerIMAN bahwa semua keBAIKan "yang menimpa" kita berasal dari "sisi Allah" dan keBURUKan "yang menimpa" kita adalah disebabkan diri kita sendiri (dari nafs kita sendiri).

 ”Apa saja NIKMAT yang kamu peroleh adalah DARi Allah, dan apa saja BENCANA yang menimpamu, maka DARI (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS An Nisa : 79)
” Boleh jadi kamu memBENCI sesuatu, padahal ia AMAT BAIK bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menSUKAi sesuatu, padahal ia AMAT BURUK bagimu; Allah MENGETAHUI, sedang kamu TIDAK MENGETAHUI. " (QS. Al Baqarah: 216)

Ø  BerIMAN bahawa untuk masuk SYURGA harus menerima UJIAN, dan BESARnya PAHALA tergantung BESARnya UJIAN.

 ”Apakah KAMU mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA ? Padahal belum datang kepadamu CUBAAN sebagaimana halnya orang-orang terDAHULU sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh MALAPETAKA dan keSENGSARAan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya perTOLONGan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya perTOLONGan Allah itu AMAT DEKAT.”  (QS Al Baqarah :214) 

Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang PALING BERAT UJIAN dan CUBAANnya?” Nabi Saw menjawab, “Para NABI kemudian yang MENIRU (menyerupai) mereka dan yang MENIRU (menyerupai) mereka. Seseorang diUJI menurut KADAR AGAMAnya. Kalau AGAMAnya TIPIS (lemah) dia diUJI sesuai dengan itu (RINGAN) dan bila IMANnya KUKUH dia diUJI sesuai itu (KERAS). Seorang diUJI terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi BERSIH dari DOSA-DOSA. (HR. Bukhari)

”Seorang hamba memiliki suatu DARJAT di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan AMAL-AMAL keBAIKannya maka Allah mengUJI dan menCUBAnya agar dia menCAPAI darjat itu.”  (HR. Ath-Thabrani)

”Apabila Aku mengUJI hamba-Ku dengan memBUTAkan keDUA MATAnya dan dia berSABAR maka Aku GANTI kedua matanya dengan SURGA. (HR. Ahmad)

”Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cubaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian.” (HR. Abu Ya’la)

Ø      BerIMAN bahwa UJIAN adalah bentuk KASIH SAYANG Allah kepada Hambanya, karena SURGA harus diperoleh dengan  JIHAD (keSUNGGUHan) dan keSABARan.

  "Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan keBAIKan maka ditimpakan UJIAN padanya.”  (HR. Bukhari)

“ Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menCINTAi suatu kaum Allah mengUJI mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)

”Apakah kamu mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA? padahal belum NYATA bagi Allah orang-orang yang berJIHAD di antaramu, dan belum NYATA orang-orang yang SABAR.” (QS Ali ’Imran : 142)
Ø  BerIMAN bahawa  UJIAN dan CUBAAN yang diterima akan mengHAPUS DOSA-DOSA.

 “Tiada seorang mukmin ditimpa RASA SAKIT, keLELAHan (kepayahan), diserang PENYAKIT atau keSEDIHhan (keSUSAHan) sampai pun DURI yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah mengHAPUS DOSA-DOSAnya.” (HR. Bukhari)

“Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya.” (HR. Ath-Thabrani)

Ø   BerIMAN bahawa UJIAN dan CUBAAN adalah untuk menDEKATkan dirinya kepada Allah.

”Apabila Allah menCINTAi hamba maka dia diUJI agar Allah menDENGAR perMOHONannya (kerendahan dirinya).” (HR. Al-Baihaqi)

Ø    BerIMAN bahwa Allah mengUJI seorang hamba sesuai dengan keMAMPUannya.

Allah tidak memBEBANi seseorang melainkan SESUAI dengan keSANGGUPannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ” (QS Al Baqarah : 286)

”Tidak semestinya seorang muslim mengHINA dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana mengHINA dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “MELIBATkan diri dalam UJIAN dan CUBAAN yang dia TAK TAHAN menderitanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

”Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah.” (HR. Bukhari)

Ø    BerIMAN bahwa Allah mengUJI manusia SEPERTI mengUJI keMURNIan EMAS.

”Allah mengUJI hambaNya dengan menimpakan MUSIBAH sebagaimana seorang mengUJI keMURNIan EMAS dengan API (pembakaran). Ada yang ke luar EMAS MURNI. Itulah yang diLINDUNGi Allah dari keRAGU-RAGUan. Ada juga yang KURANG dari itu (mutunya) dan itulah yang SELALU RAGU. Ada yang ke luar seperti EMAS HITAM dan itu yang memang ditimpa FITNAH (musibah).” (HR. Ath-Thabrani)
Ø  BerIMAN bahawa berSABAR, berSYUKUR, meMAAFkan, dan berISTIGHFAR adalah HIDAYAH dari Allah.

”Barangsiapa diUJI lalu berSABAR, diBERI lalu berSYUKUR, diZHALIMi lalu meMAAFkan dan menZALIMi lalu berISTIGHFAR maka bagi mereka keSELAMATan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh HIDAYAH.” (HR. Al-Baihaqi)

Ø   BerIMAN bahawa keBERKATan Allah adalah bila kita REDHA dengan semua NIKMAT yang Allah berikan baik SEDIKIT atau BANYAK.

Sesungguhnya Allah Azza Wajalla mengUJI hambanya dalam REZKI yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia REDHA dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memBERKAHinya dan meLUASkan pemberianNya. Kalau dia TIDAK RIDLO dengan pemberianNya maka Allah TIDAK AKAN memberinya BERKAH.” (HR. Ahmad)

Wallahu a'lam bi showab

Friday, October 22, 2010

aku....

Ujian Personaliti

Pilih corak di bawah yang menggambarkan anda secara tepat & paling hampir


Pakar psikologi telah mencipta corak2 tersebut. Mereka telah mengujinya di peringkat global, selama beberapa tahun. Terdapat 9 jenis personaliti asas.
 

Jawapan:
 

Jujur pada diri anda tau..

1- Introspektif, Sensitif, Reflektif
Anda dapat memahami diri dan persekitaran anda dengan lebih kerap dan mendalam jika dibandingkan dengan kebanyakan orang lain. Anda bencikan kedangkalan; anda lebih sanggup bersendirian berbanding dengan bercakap perkara remeh. Perhubunan anda dengan rakan-rakan adalah amat intensif; ini memberikan harmoni dan ketenangan dalaman yang mengakibatkan perasaan baik. Anda tidak keberatan bersendirian bagi jangka masa yang panjang; anda jarang berasa bosan.

2- Berdikari, Tak Konvensional, Tak Tersangkut
Anda mengehendaki kehidupan bebas dan tak tersangkut untuk membenarkan anda menentukan arah tuju sendiri. Anda mempunyai kecenderungan seni dalam pekerjaan atau aktiviti riadah. Kadang kala, deskan anda untuk kebebasan menyebabkan anda melakukan perkara yang bertentangan dengan apa yang dijangkakan daripada anda.

3- Dinamik, Aktif, Ekstrovert
Anda rela menerima risiko-risiko tertentu untuk mendapatkan kerja yang menarik dan pelbagai. Sebaliknya, rutin berkecenderungan untuk meninggalkan kesan lumpuh pada diri anda.
Anda suka sekali berupaya memainkan peranan aktif dalam peristiwa dalam hidup anda. Dalam usaha anda yang berkenaan, inisiatif diri sangat nyata.


4- Terus Terang, Seimbang, Harmoni
Anda menghargai gaya natural dan suka perkara yang tak rumit. Orang lain mengagumi anda kerana anda praktikal dan mereka boleh bergantung kepada anda. Anda memberi orang yang rapat dengan anda rasa selamat dan kelapangan. Anda dipersepsikan sebagai orang yang mesra dan insani. Anda menolak segala yang menyilaukan dan lapuk. Anda berkecenderungan untuk berasa skeptik terhadap kehendak trenda fesyen. Bagi anda, pakaian haruslah praktikal dan tampan tanpa menonjol.

5- Profesional, Pragmatik, Yakin Diri
Anda menguasai hidup anda dengan lebih mempercayai usaha sendiri daripada nasib. Anda menyelesaikan masalah dengan ragam yang praktikal dan tak rumit. Anda memandang secara realistik unsur-unsur dalam hidup dan menanganinya tanpa ragu-ragu. Anda diberi banyak tanggungjawab di tempat kerja kerana orang lain boleh bergantung kepada anda.
Kekuatan azam anda yang menonjol menunjukkan sifat keyakinan diri kepada orang lain. Anda tidak berpuas hati sepenuhnya sehingga anda telah mencapai idea-idea anda.

6- Tenang, Berhati-hati, Tak Agresif

Anda mudah berbicara tetapi bersifat berhati-hati. Walaupun anda berkawan dengan mudah anda menikmati persendirian dan kebebasan. Anda suka memencilkan diri dari masa ke masa untuk merenung tentang erti hidup serta menikmati sendirian diri. Anda memerlukan kelapangan, jadi anda berlepas ke tempat bersembunyi yang permai. Namun, anda bukan penyendi. Anda berdamai dengan diri sendiri dan dunia, serta anda menghargai hidup anda dan apa yang ditawarkan oleh dunia ini.

7- Tanpa Bimbang, Berkelakar, Riang
Anda suka hidup yang bebas dan spontan. Anda cuba menikmati hidup anda dengan sepunuhnya mengikut motto: "Anda cuma hidup sekali."
Anda bersifat ingin tahu dan terbuka kepada segala yang baru; anda memajukan diri atas perubahan. Tiada yang lebih buruk daripada rasa diikat. Anda mengalami persekitaran sebagai sesuatu yang versatil dan sering menakjubkan.


8- Romantis, Pelamun, Beremosi
Anda seorang yang sensitif. Anda enggan memandang dari segi rasional dan waras sahaja. Perasaan anda membawa erti yang sama penting. Anda berpendapat bahawa harapan adalah penting dalam hidup.
Anda menolak orang yang mencaci romantisme dan hanya dipandukan oleh rasionaliti. Anda tidak membenarkan sebarang kongkongan terhadap variasi perasaan hati dan emosi anda.







9- Analitik, Amanah, Keyakinan Kendiri

 Perasaan halus anda bermutu tinggi dan tahan lama. Akibatnya, anda suka mengelilingi diri dengan "permata-permata" yang anda temui sendiri apabila orang lain terlepas perhatian.
Justeru itu, kebudayaan memainkan peranan khas dalam hidup anda. Anda telah menjumpai gaya peribadi sendiri, yang tampan dan ekskusif - serta bebas daripada olahan fesyen. Kehidupan anda adalah berlandaskan ideal diri iaitu kesukaan yang beradab. Anda menghargai sesuatu tahap kebudayaan daripada orang yang anda berkawan.

;;